CILEGON, INAKOR.ID – Pembentukan Koperasi Merah Putih sejalan dengan Visi, besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang berlangsung di Aula kantor Kelurahan Lebak Gede Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Rabu (28/05/2025)

Adapun Struktur Organisasi pengurus Koperasi Merah putih Kelurahan Lebak Gede :

banner 336x280

1.Ketua umum : Sahlani
2.Ketua 1 bidang usaha:
Habibullah
3.Ketua 2 bidang anggota.:
Ahmad Suja’i
4.Sekretaris : Santoso
5.Bendahara : Eneng Sumiati

Miftahul Kamal Lurah Lebak Gede,”
mengungkapkan bahwa koperasi ini merupakan bentuk implementasi dari program ekonomi kerakyatan yang mengedepankan kearifan lokal dan perekonomian akan tumbuh di Kelurahan Lebak Gede.

Fokus Koperasi ini adalah untuk membantu pelaku UMKM yang belum tersentuh oleh layanan perbankan, serta menanggulangi maraknya praktik pinjaman online berbunga tinggi yang merugikan masyarakat,”
ujarnya

“Koperasi Merah Putih ini adalah wadah pemberdayaan masyarakat secara penuh. Pemerintah kelurahan hanya bertindak sebagai pengawas.

Dalam rapat sosialisasi yang dihadiri Ketua RT/RW di Kelurahan Lebak Gede, disepakati bahwa setiap anggota koperasi wajib menyetor simpanan pokok per orang
Rp. 600.000; (Enam ratus ribu rupiah) Diangsur setahun.
Simpanan wajib per orang :
Rp. 20.000; (Dua puluh ribu rupiah) per bulan.

Menurut Miftahul pentingnya sosialisasi agar masyarakat memahami sistem kerja koperasi secara menyeluruh.

“Banyak warga belum memahami bahwa untuk mengajukan pinjaman di koperasi, mereka harus terlebih dahulu menjadi anggota dan mengikuti mekanisme sesuai AD/ART koperasi.

Biasanya setelah tiga sampai empat bulan keanggotaan, barulah dapat mengajukan pinjaman,” jelasnya.

Pengurus koperasi yang terbentuk nantinya akan menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai dasar hukum operasional koperasi.

Sahlani Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Lebak Gede menambahkan bahwa koperasi ini merupakan yang terakhir dibentuk dari seluruh kelurahan di Kota Cilegon,”terang Sahlani

Bahwa koperasi ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kami mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Meskipun lahan di Kota Cilegon terbatas, kami masih menemukan banyak lahan kosong milik perusahaan yang belum terpakai/terbengkalai kita mencoba pinjem pakai agar lahan tersebut bisa produktif.

Rencananya untuk Eks Kantor Kelurahan Lebak Yang Lama kita pinjam pakai menjadi Kantor Koprasi merah putih Kelurahan Lebak Gede,”Kata Sahlani

Pihak koperasi menargetkan pengembangan pertanian buah-buahan dan sayuran (Hortikultura) pada lahan kosong terbengkalai milik perusahaan dan milik Waraga

Salah satu rencana awal adalah memanfaatkan lahan tersebut untuk komunitas pertanian produktif yang di
Dukungan Pemerintah dengan Potensi CSR .

Sahlani menegaskan bahwa koperasi ini telah mendapatkan dukungan dari pemerintah kelurahan dalam bentuk pemanfaatan aset lahan kosong, serta membuka peluang untuk kerjasama dengan sektor industri melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Insyallah koperasi ini berjalan dengan baik, perusahaan-
perusahaan di Kota Cilegon akan tertarik membantu melalui program CSR. Yang penting, selalu optimis dan serius dalam melangkah.

Program ini berharap koperasi ini tidak hanya dibentuk, tetapi juga dikelola secara profesional agar tidak mengalami kredit macet seperti yang terjadi pada beberapa koperasi sebelumnya.

“Kami harap pengurus koperasi menjalankan amanah dengan baik dan koperasi ini menjadi percontohan di Kota Cilegon,”
Jelasnya

Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan yang bertanggung jawab, Koperasi Merah Putih Kelurahan Lebak Gede diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan lokal yang di Kelurahan Lebak gede kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten,”tutupnya

(Abdulrohim)

banner 336x280