Pangandaran, inakor.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional mulai meningkat.

Warga tampak berburu berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari pakaian baru, sepatu, hingga perlengkapan lainnya agar tampil istimewa saat merayakan hari kemenangan.

banner 336x280

Di tengah suasana tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Riyadussalikin, KH Luthfi Fauzi, mengingatkan masyarakat agar tidak memaknai Idul Fitri hanya sebatas euforia lahiriah. Ia menegaskan bahwa esensi Idul Fitri adalah kembali kepada fitrah atau kesucian setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

“Idul Fitri itu maknanya kembali ke fitrah, kembali kepada kesucian setelah kita menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan,” ujar KH. Luthfi Fauzi, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran merupakan hal yang wajar dan tidak dilarang dalam Islam.

Namun, hal tersebut seharusnya tidak menjadi fokus utama dalam merayakan Idulfitri.

“Baju baru boleh saja sebagai bentuk kebahagiaan menyambut hari raya. Tetapi jangan sampai makna utama Idul Fitri justru tertutup oleh hal-hal yang bersifat lahiriah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Idul Fitri sejatinya merupakan momentum kemenangan bagi umat Islam yang berhasil menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia selama Ramadhan.

“Salah satu tanda seseorang meraih kemenangan di hari raya adalah adanya perubahan menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, baik dalam ibadah maupun perilaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KH. Luthfi Fauzi juga mengingatkan agar masyarakat menjadikan Idul fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan saling memaafkan. Tradisi saling berkunjung dan meminta maaf, menurutnya, merupakan nilai luhur yang sejalan dengan ajaran Islam.

“Lebaran adalah momentum untuk membersihkan hati, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak hanya disibukkan dengan persiapan kebutuhan lahiriah menjelang Lebaran, tetapi juga mempersiapkan diri secara batin agar dapat meraih makna sejati dari Idul Fitri.

“Yang paling penting adalah hati yang bersih, niat yang tulus, dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan,” pungkasnya.**

 

(Agit Warganet/ Agus Giantoro) 

banner 336x280