Pangandaran, inakor.id — Lonjakan jumlah wisatawan di Kabupaten Pangandaran turut berdampak pada peningkatan volume sampah, terutama di kawasan objek wisata. Hal tersebut menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin.

Menurut Asep, berdasarkan pengamatan di lapangan, komposisi sampah didominasi oleh limbah yang dihasilkan dari aktivitas pedagang, selain juga sampah yang dibuang langsung oleh wisatawan.

banner 336x280

“Kalau kita lihat dari materi sampah yang ada, memang cukup banyak berasal dari aktivitas pedagang, meskipun wisatawan juga menyumbang. Dengan jumlah pengunjung yang sangat luar biasa, tentu ada peningkatan dibanding tahun lalu dan itu sebanding dengan meningkatnya volume sampah,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menilai, kondisi tersebut harus segera direspons dengan langkah strategis oleh pemerintah daerah, terutama dalam penyusunan rencana induk pengelolaan sampah yang komprehensif. Menurutnya, hingga saat ini sistem pengelolaan sampah masih bersifat konvensional, yakni kumpul, angkut, dan buang, tanpa disertai proses pemilahan maupun pengolahan.

“Pemerintah daerah harus segera membuat rencana induk, strategi, dan roadmap pengelolaan sampah. Karena saat ini kita masih menggunakan pola lama, belum ada pemilahan dan pengelolaan yang optimal,” tegasnya.

Asep juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang telah melarang sistem pembuangan terbuka (open dumping), serta mewajibkan alokasi anggaran pengelolaan sampah sebesar 3 persen dari APBD. Kebijakan tersebut, kata dia, harus segera diimplementasikan di daerah.

“Ini sudah menjadi mandat dari pemerintah pusat, bahkan anggaran pengelolaan sampah juga bersifat mandatori. Karena itu, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret, termasuk menyiapkan fasilitas pengelolaan dan sistem penarikan sampah yang baik,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada seluruh pihak, baik pelaku usaha, masyarakat, maupun wisatawan, agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Kesadaran bersama sangat penting. Sosialisasi dan pembinaan harus terus dilakukan agar semua pihak, termasuk wisatawan, memiliki kepedulian terhadap sampah,” pungkasnya.**

(Agit Warganet/ Agus Giantoro)

banner 336x280