Pangandaran, inakor.id – Terkait pernyataan reaksi keras Bupati Pangandaran nonaktif, terhadap kebijakan Barier Gate di Pangandaran yang menuai Pro kontra, Wahyu Hidayat selaku Ketua DPD KNPI Pangandaran menanggapi pernyataan Bupati Pangandaran non aktif Jeje Wiradinata.
Menurutnya, ini seolah menyudutkan Pjs. Bupati Pangandaran, sedangkan Pjs. Bupati Pangandaran sedikit pun tidak membuat kebijakan apapun, apalagi terkait barier gate parkir di kawasan objek wisata kabupaten pangandaran.
“Pro kontra hanya 5 desa yang digratiskan itu tidak dianggap biasa, karena memang setiap kebijakan tidak mungkin dapat memuaskan semua golongan pasti ada pro dan kontra,” kata Wahyu via WA, Minggu (10/11/2024).
Kemudian kata Wahyu, karena kebijakan itu tentu melukai hati masyarakat Pangandaran yang terdiri dari 93 Desa bukan hanya 5 desa, namun kebijakan itu bukan semata-mata diambil karena kebijakannya, melainkan sudah adanya kontrak antara Pemda Pangandaran dengan vendor parkir.
“Jadi Pjs. Bupati, hanya menjalankan kebijakan itu. Jarena jika tidak dilaksanakan tentu menjadi wanprestasi dan Pemda dapat digugat oleh pihak vendor. Selain itu ketika masih aktif,” ujarnya
Bupati Pangandaran Jeje Wiraditana yang kini nonaktif, pernah mengeluarkan Keputusan Bupati Pangandaran Nomor : PH.02/Kpts.120-Huk/2024, Tentang Penetapan Titik Lokasi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Titik Lokasi Tempat Khusus Parkir diluar Badan Jalan, yang ditandatangani per tanggal 4 Maret 2024.
“Diperaturan itu semuanya tertera jelas, terkait titik mana saja kantong-kantong parkir dan berapa besaran tarif parkir, serta waktu lamanya parkir sehingga semuanya diatur dalam peraturan bupati,” imbuh Wahyu
Wahyu menuturkan, seharusnya bupati Pangandaran nonaktif, jangan menyalahkan terkait polemik yang terjadi hari ini. Melainkan memberikan solusi, karena bagaimanapun semua sudah terjadi dan sudah menjadi ketetapan hukum maka apapun kebijakannya harus dilaksanakan.
“DPD KNPI selaku organisasi plat merah, yang merupakan mitra pemerintah menyayangkan statemen bupati nonaktif yang seolah menyudutkan Pjs Bupati pangandaran. Karena bagi saya lebih baik menyalakan sebatang lilin, daripada mengutuk kegelapan,” ucapnya
Lebih lanjut Wahyu mengatakan, komunikasi dan duduk bersama dirasa lebih enak daripda memainkan isu di tengah panasnya perhelatan Pilkada pangandaran yang tinggal menghitung hari pelaksanaannya.
“Saya berharap semua pihak dapat duduk bersama tidak usah saling menyalahkan apalagi sampai saling hujat,” tuturnya
Tentu semuanya demi kebaikan masyarakat Pangandaran jangan sampai ada masyarakat kabupaten Pangandaran yang dirugikan jangan seolah menjadi asing di negeri sendiri.
“Jika memang masih bisa ditinjau terkait penunjukan vendor parkir lebih baik ditinjau ulang. Jika alasannya karena kebocoran mungkin masih ada cara lain yang lebih efektif daripda bekerjasama dengan pihak ketiga malah merugikan masyarakat,” tutup Wahyu (*)



Tinggalkan Balasan