PALU, inakor.id – Dalam upaya pengendalian inflasi daerah dan menyambut Idul Fitri 1445 Hijiriah, Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Sulawesi tengah (Sulteng) dan Persatuan Jaksa Indonesia, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng menggelar pasar murah selama dua hari mulai Senin 1- Selasa 2 April 2024 di Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jalan Samratulangi, Kota Palu.

Pasar murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telor, minyak goreng dan lain sebagainya.

banner 336x280

Dalam sambutannya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati Sulteng) melalui wakil kepala kejaksaan tinggi Sulteng Pipuk Firman Priyadi mengatakan, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H dan penanganan pengendalian inflasi di daerah Sulteng, yang mana pada moment seperti pada saat ini harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) ikut mengalami fluktuasi terjadi pada beberapa komoditi.

“Dengan kegiatan pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan murah dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan dan menyambut idul Fitri 1445 H, meningkatkan daya beli masyarakat, menekan terjadinya gejolak harga barang kebutuhan pokok di pasaran serta untuk pengendalian inflasi daerah,”bebernya.

Ia menuturkan, pergerakan harga menunjukan peningkatan sejak memasuki awal puasa terjadi pada beberapa komoditi pokok masyarakat seperti pada komoditi beras, gula pasir, daging ayam, telur ayam dan beberapa komoditi lainnya.

Olehnya kata dia, diperlukan penanganan dari semua stakeholder sehingga upaya pengendalian inflasi daerah terus menerus dilakukan disetiap daerah Provinsi, Kabupaten/Kota seluruh indonesia dengan melakukan sinergi atara pusat dan daerah serta menjaga produksi dalam negeri.

Selain kegiatan pasar murah sebut dia, beberapa langkah antisipasi telah dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan harian harga dan ketersediaan barang butuhan pokok sebagai deteksi dini kenaikan harga dan langkaan barang kebutuhan pokok, melakukan komunikasi publik baik melalui berbagai forum dan media untuk menjaga psikologis pasar agar masyarakat tenang dan tidak panic buying serta mendorong kerjasama antar daerah untuk menjamin kemandirian pangan.

Lebih lanjut kata dia, kegiatan pasar murah merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Sulteng untuk memberikan pemerataan dibidang ekonomi sebagai salah satu bentuk penanggulangan kemiskinan dengan cara membantu masyarakat mencukupi kebutuhan pokok dengan harga murah dan terjangkau, dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga masyarakat.

‘Sebab kegiatan tersebut hanya dilaksanakan selama 2 hari saja, untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok masyarakat dengan harga relatif murah dan terjangkau,”tuturnya.

Ia menambahkan , dan melalui pendanaan APBD dinas perindustrian dan perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah memberikan subsidi harga pada beberapa komoditi pokok, masyarakat pada saat ini mengalami peningkatan harga jual.

“Kepada masyarakat kami imbau melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan pelanggaran seperti penimbunan dan harga tidak wajar.” Pungkasnya. (Jamal)

banner 336x280