Pangandaran, inakor.id – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Risk Assessment Sistem Manajemen Pengamanan di kawasan objek wisata Pantai Pangandaran selama dua hari, Selasa hingga Rabu (3–4 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif Polri dalam memastikan standar keamanan destinasi wisata di wilayah Jawa Barat berjalan optimal.

Audit pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit Audit Pam Obvit Polda Jabar AKBP Dr. Bohari dan dihadiri Wakapolres Pangandaran Kompol Usep Supiyan, jajaran pejabat utama Polres Pangandaran, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugista, serta unsur instansi terkait lainnya.

banner 336x280

AKBP Bohari menjelaskan, kegiatan risk assessment dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan serta mengevaluasi kesiapan sistem pengamanan di kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Barat tersebut.

“Audit ini bertujuan untuk memastikan sistem manajemen pengamanan objek wisata Pantai Pangandaran telah berjalan sesuai standar, mulai dari kesiapan personel, sarana prasarana keselamatan, hingga mekanisme penanganan keadaan darurat,” ujar AKBP Bohari, Selasa (3/2/2026).

Pada hari pertama, tim Ditpamobvit Polda Jabar memaparkan hasil evaluasi sistem manajemen pengamanan, analisis potensi risiko, serta kesiapan fasilitas keselamatan dan prosedur penanganan insiden. Forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana sinkronisasi antara Polri dan pemangku kepentingan daerah guna memperkuat pengamanan destinasi wisata.

Sementara itu, pada hari kedua, tim melaksanakan pengecekan langsung ke sejumlah titik di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Pengecekan meliputi jalur evakuasi, titik-titik rawan kecelakaan, kesiapan personel pengamanan, serta ketersediaan fasilitas keselamatan bagi wisatawan.

Wakapolres Pangandaran Kompol Usep Supiyan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit tersebut dan menegaskan komitmen Polres Pangandaran dalam mendukung pengamanan objek wisata.

“Hasil dari risk assessment ini akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami, sehingga pengamanan di kawasan wisata Pangandaran semakin profesional dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat dan wisatawan,” ungkap Kompol Usep.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengamanan objek wisata yang terukur, berkelanjutan, dan responsif terhadap potensi risiko, demi mendukung iklim pariwisata yang aman dan kondusif di Kabupaten Pangandaran.**

(AW/ AG)

banner 336x280