PANGANDARAN, inakor.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran dalam waktu dekat. Akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai agenda lima tahunan yang sarat makna. Selain menjadi forum evaluasi dan pemilihan kepengurusan baru, Konfercab juga di harapkan menjadi momentum strategis. Untuk memperkuat peran NU dalam pembangunan masyarakat.
Harapan besar di sampaikan oleh para kader dan pengurus NU di berbagai tingkatan. Mereka menilai Konfercab kali ini harus menjadi titik tolak pembaruan gerakan NU yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman. Serta responsif terhadap tantangan zaman.
Secara umum, para kader berharap agar NU di Kabupaten Pangandaran terus maju, berperan aktif di tengah masyarakat. Serta konsisten menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Harapan dari Akar Rumput NU
Salah satu suara yang mengemuka datang dari Gus Imam, Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sidomulyo. Dalam pertemuan harian antara Syuriyah dan Tanfidziyah PRNU Sidomulyo. Yang juga di hadiri oleh pimpinan badan otonom NU, Gus Imam menyampaikan enam poin utama yang di harapkan. Bisa menjadi perhatian dalam Konfercab mendatang.
1. Maju dan Berperan Aktif
Gus Imam menegaskan pentingnya peran NU dalam pembangunan masyarakat. Ia berharap NU tidak hanya menjadi organisasi keagamaan, tetapi juga turut aktif dalam sektor sosial, ekonomi, pendidikan, dan dakwah.
“NU harus tampil sebagai kekuatan civil society yang memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
2. Menjaga Nilai-nilai Keislaman
NU di harapkan terus mengedepankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin (kasih sayang bagi semesta alam). Dan menjadi penyejuk di tengah dinamika sosial dan politik.
“Nilai moderat dan toleran harus tetap menjadi ciri khas NU dalam mengayomi umat,” tambahnya.
3. Pemberdayaan Perempuan
Peran perempuan NU dinilai sangat penting. Melalui Fatayat, Muslimat, dan badan otonom lainnya, perempuan NU di harapkan terus di berdayakan untuk menjadi pilar penguatan keluarga dan masyarakat.
“Kader perempuan harus diberi ruang lebih luas untuk berkarya dan berkontribusi,” tutur Gus Imam.
4. Kemandirian Organisasi
Gus Imam juga menyoroti perlunya kemandirian NU dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ia mendorong penguatan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) serta pengembangan fasilitas kesehatan milik NU.
“Sudah saatnya NU berdiri di atas kaki sendiri melalui pengelolaan potensi yang ada,” ujarnya.
5. Reformasi Kepengurusan
Reformasi dalam tubuh kepengurusan NU dianggap sebagai kebutuhan mendesak. Agar organisasi bisa lebih adaptif terhadap perubahan sosial dan mampu menjalankan program-program yang dibutuhkan masyarakat.
“Konfercab harus menghasilkan kepengurusan yang visioner, bersih, dan mampu membawa NU kembali ke khittah,” tegasnya.
6. Peran Aktif Kader
Terakhir, Gus Imam mengajak seluruh kader NU untuk lebih aktif dalam kegiatan organisasi. Dan mendukung penuh program-program yang akan di jalankan oleh kepengurusan baru.
“Kader NU harus menjadi pelaku, bukan hanya penonton dalam setiap gerakan organisasi,” katanya.
Konfercab yang akan di gelar ini di nilai bukan hanya sebagai agenda rutin lima tahunan. Tetapi juga sebagai momen strategis untuk memperkuat struktur organisasi, memperjelas arah gerakan, serta mempererat hubungan NU dengan masyarakat.
Para kader berharap, hasil Konfercab kali ini benar-benar membawa semangat baru bagi NU Pangandaran. Dalam menjalankan peran keagamaannya sekaligus kontribusinya dalam pembangunan daerah secara luas.***
(Agit)



Tinggalkan Balasan