Pangandaran, inakor.id – Tak terasa tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak sudah mendekati pada ujungnya. Untuk itu, semua harus menyiapkan momen demokrasi itu sebaik-baiknya.
Berharap agar persiapan dilakukan dengan semaksimal mungkin, pengalaman dari Pilkada ke Pilkada yang lain, semua melihat bahwa rakyat sudah semakin matang dalam berdemokrasi. sehingga harus menjaga dan merawat kepercayaan rakyat terhadap proses demokrasi Pilkada serentak.
Kyai Imam Ibnu Hajar atau Gus Imam pimpinan Yayasan Hidayatus Sholawat (HS) Kabupaten Pangandaran mengatakan, harapan rakyat agar Pilkada bisa menjadi wahana pemenuhan hak-hak politik rakyat secara langsung, inklusif, dan demokratis. selain itu adalah agar rotasi kepemimpinan pemerintah daerah berjalan secara aman, damai, jujur dan adil sesuai pilihan rakyat serta agar Pilkada dapat menghasilkan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi.
“Rakyat juga berharap agar Pilkada menjadi pintu gerbang untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif guna mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah. Semua harapan rakyat untuk mewujudkan Pilkada serentak yang aman, damai, dan demokratis berada di pundak semuanya,” katanya kepada inakor.id via WA, Jumat, (22/11/2024).
Untuk itu dirinya berharap, kepada seluruh steakholder yang terlibat khususnya jajaran KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara agar memastikan hak-hak politik rakyat bisa dijamin dengan baik.
“Saya berharap KPU dan Bawaslu bisa menjaga profesional dan independensinya sehingga Pilkada berjalan secara jujur dan adil, karena dalam sebuah pertandingan politik yang sehat sangat diperlukan aturan main yang jelas serta wasit yang bekerja secara profesional,” tutur Gus Imam
Selain itu, Gus Imam mengatakan, kepada jajaran keamanan TNI, POLRI dan juga PNS untuk senatiasa menjaga netralitas, berikan contoh pendidikan politik yang baik pada rakyat.
“Kedepankan etika politik. Ajak rakyat untuk berdemokrasi dalam kegembiraan. Berdemokrasi dalam keriangan,” ujarnya
Kemudian, kepada para kotestan untuk bertanding secara sehat.
“Jika menang dalam pertandingan jangan jumawa, sebaliknya jika kalah dalam pertandingan harus legowo,” tutupnya (*)



Tinggalkan Balasan