Pangandaran, Inakor.id – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran dalam beberapa hari terakhir membawa perubahan pada kondisi perairan di objek wisata Citumang, salah satu destinasi alam favorit wisatawan. Air yang biasanya jernih kebiruan kini tampak kecokelatan dan keruh. Meski begitu, suasana wisata di kawasan ini tetap hidup dan ramai dikunjungi.

Supervisor Objek Wisata Citumang, Edi, memberikan penjelasan lengkap terkait perubahan tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi air yang keruh bukan merupakan tanda pencemaran atau masuknya limbah industri maupun domestik. Menurutnya, perubahan warna air murni disebabkan oleh faktor alamiah.

banner 336x280

“Sekarang air memang keruh, Pak, tapi ini bukan dari limbah. Keruhnya murni akibat hujan yang membuat sedimen dari hulu terbawa turun. Tidak ada unsur pencemaran,” jelas Edi saat ditemui langsung di area pintu masuk wisata, Sabtu (15/11) siang.

Edi juga mengungkapkan bahwa pihaknya selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air, terutama pada musim hujan. Setiap kali terjadi perubahan warna, tim lapangan biasanya segera menyusuri aliran sungai untuk memastikan tidak ada aktivitas manusia yang berpotensi mencemari air.

“Setiap hari kami pantau. Kalau ada hal yang mencurigakan, pasti langsung ditindaklanjuti. Tapi untuk kondisi sekarang, semua aman. Ini perubahan natural saja,” katanya.

Operasional Wisata Tetap Normal

Meski perubahan warna air cukup jelas terlihat, hal itu tidak mengurangi minat wisatawan untuk menikmati keindahan Citumang. Sejak pagi, tepatnya sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan wisatawan mulai berdatangan. Mereka datang dari berbagai kota, mulai dari wisatawan lokal Pangandaran hingga pengunjung dari Bandung, Ciamis, Tasikmalaya, dan Jawa Tengah bagian barat.

“Alhamdulillah aktivitas tetap ramai. Pengunjung masih banyak, meski biasanya siang mulai agak menurun,” ungkap Edi.

Suasana di lapangan pun menunjukkan hal serupa. Para wisatawan tampak berganti-gantian mengenakan pelampung dan mengikuti briefing dari pemandu sebelum memulai aktivitas body rafting. Meskipun air keruh, suara tawa wisatawan terdengar di sepanjang aliran sungai.

Para guide mengaku tetap memberikan arahan khusus kepada pengunjung agar berhati-hati saat melintasi titik-titik tertentu. Namun secara keseluruhan, kondisi sungai dinilai aman.

“Debit normal, arus tidak deras. Hanya warnanya saja yang berubah,” kata Edi menambahi.

Dengan kunjungan yang stabil, Edi memperkirakan pada akhir pekan, terutama Sabtu dan Minggu, jumlah wisatawan berpotensi mencapai 1.200 orang. Cuaca yang mulai membaik juga diperkirakan akan meningkatkan aktivitas wisata pada minggu-minggu mendatang.

Citumang Tetap Menawan di Balik Air Keruh

Hujan memang mengubah warna air, tetapi tidak menghapus daya tarik Citumang sebagai salah satu ikon wisata alam Pangandaran. Hutan tropis yang mengelilingi area sungai menghadirkan udara sejuk dan pemandangan hijau yang menenangkan. Suara gemericik air bercampur dengan kicau burung menjadi latar alami yang membuat pengalaman wisata terasa lebih dekat dengan alam.

Batu-batu besar berlumut, tebing-tebing alami, dan aliran air yang membelah hutan menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan memilih untuk berfoto di titik-titik tertentu yang dikenal instagramable, meski air sedang tidak jernih.

Dari pantauan Inakor.id yang memantau langsung di lokasi juga melihat sejumlah keluarga menikmati waktu bersama di area istirahat dan gazebo. Anak-anak terlihat antusias memainkan air di bagian aliran yang dangkal, sementara orang dewasa menikmati suasana hutan yang tenang.

“Yang penting bisa refreshing. Soal air keruh tidak masalah, yang penting aman,” ujar salah satu pengunjung asal Bandung.

Optimisme Pengelola

Dengan segala dinamika alam yang terjadi, pihak pengelola tetap optimis Citumang akan terus menjadi destinasi pilihan wisatawan. Apalagi, akses menuju lokasi kini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Jalan yang diperbaiki, fasilitas wisata yang semakin lengkap, serta pengelolaan yang lebih profesional menjadikan Citumang semakin nyaman dikunjungi.

“Kami berharap cuaca segera stabil, sehingga air bisa kembali jernih seperti biasanya. Tapi kondisi sekarang pun tetap aman untuk dikunjungi. Wisatawan masih bisa menikmati aktivitas secara maksimal,” tutup Edi.

Keindahan alam yang terawat, pelayanan wisata yang semakin baik, dan atmosfer yang menenangkan membuat Citumang tetap bertahan sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pangandaran—bahkan saat air sedang keruh sekalipun.**

(Agit Warganet/ Agus Giantoro)

banner 336x280