Pangandaran, inakor.id – DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggelar dua kegiatan di awal tahun 2026, yakni Gerakan Menanam Seribu Pohon dan doa bersama.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Gerindra terhadap pelestarian lingkungan sekaligus solidaritas sosial di tengah meningkatnya bencana alam di berbagai daerah.

banner 336x280

Rangkaian kegiatan dipusatkan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Pangandaran serta seluruh kader partai.

Ketua DPC Partai Gerindra Pangandaran, H. Ujang Endin Indrawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan resmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat kepada seluruh struktur partai di daerah.

“Berdasarkan arahan pimpinan partai dan surat resmi DPD, seluruh kader diminta melaksanakan dua agenda, yakni penanaman pohon dan doa bersama. Di Pangandaran, kami merealisasikannya melalui Gerakan Menanam Seribu Pohon,” kata Ujang Endin Indrawan, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap maraknya bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.

“Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang. Kita menjaga alam agar alam juga menjaga kita,” ujarnya.

Selain aksi lingkungan, kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual menyongsong tahun 2026.

“Melalui doa bersama, kami memohon keselamatan bagi masyarakat Pangandaran dan bangsa Indonesia. Kami berharap tahun baru membawa kondisi yang lebih baik serta keberkahan, sekaligus mendukung terwujudnya cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam membangun bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pangandaran sekaligus Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Pangandaran, Dede Kustiwa Nata’atmaja, mengapresiasi kegiatan penanaman pohon tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam pelestarian lingkungan.

Menurutnya, setiap pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan, melainkan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan alam.

“Pembangunan di Kabupaten Pangandaran harus mengacu pada prinsip pelestarian lingkungan agar alam turut menopang kemajuan daerah,” kata Dede.

Ia juga menyinggung filosofi hidup masyarakat Sunda, Mulasara Buana, yang berarti memelihara alam semesta.

“Dalam momentum instruksi Presiden terkait penanaman pohon ini, saya mengajak seluruh masyarakat Pangandaran untuk semakin sadar dan peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dede menegaskan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya sistematis dan terpadu yang mencakup perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, hingga penegakan hukum.

“Seluruh aturan yang telah ditetapkan senafas dengan rencana pembangunan jangka panjang Kabupaten Pangandaran dan bertujuan memastikan kelestarian lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, penanaman pohon dilakukan secara simbolis dan akan dilanjutkan secara berkelanjutan.

“Hari ini kami menjalankan perintah DPD Gerindra Jawa Barat untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon. Alhamdulillah, di awal tahun 2026 kegiatan ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Dede juga menekankan bahwa kondisi lingkungan saat ini telah memasuki fase krisis iklim yang harus disikapi dengan tindakan nyata, terutama oleh generasi muda.

“Kita sudah merasakan dampak bencana iklim, salah satunya kemarau basah. Jika generasi muda tidak peduli lingkungan, maka akan sulit mewujudkan generasi emas Indonesia 2045,” pungkasnya.

 

(AW/ AG)

banner 336x280