Pangandaran, inakor.id – Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (11/3/2026) sore. Mereka antusias membeli berbagai kebutuhan pokok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polres Pangandaran selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh Tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Pangandaran sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

banner 336x280

Gerakan Pangan Murah itu dipimpin langsung oleh Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran.

Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Idas Wardias, S.H., M.H., C.PHR., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan.

“Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran, sekaligus menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadhan,” ujar Idas.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata kepolisian dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang Idulfitri.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan menekan potensi inflasi di daerah,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas bahan pokok dijual dengan harga terjangkau dan diserbu warga hingga sebagian besar habis terjual.

Beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram dengan stok 1.000 kilogram dan habis terjual. Gula pasir dijual Rp16.500 per kilogram dengan stok 200 kilogram yang juga habis dibeli masyarakat.

Minyak goreng Minyak Kita dijual Rp13.700 per liter dengan stok 400 liter dan seluruhnya terjual. Sementara bawang merah dijual Rp35.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram, cabai merah Rp35.000 per kilogram dengan stok 30 kilogram, serta cabai rawit Rp85.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram yang semuanya habis terjual.

Komoditas lainnya yakni telur ayam Rp26.000 per kilogram dengan stok 650 kilogram yang juga habis terjual, daging ayam Rp40.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram dan terjual 15 kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram yang habis terjual, serta tepung terigu Rp8.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram yang juga ludes diborong warga.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok di wilayah Pangandaran.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan dinas terkait serta para distributor agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga di pasaran tetap stabil,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para distributor maupun pengecer agar tidak menjual bahan pokok melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.**

 

(AW/ AG) 

banner 336x280