Pangandaran, inakor.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Pangandaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pengurus harian dan pleno terkait perkembangan aplikasi MBA, Selasa (10/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat DPD Partai Golkar Pangandaran sekitar pukul 10.00 WIB.
Rakor digelar berdasarkan surat undangan resmi bernomor 002/DPD-II/GOLKAR/II/2026 tertanggal 9 Februari 2026 yang ditandatangani Ketua DPD Golkar Pangandaran M. Taufik Martin dan Sekretaris Idad Risyadi.
Ketua DPD Partai Golkar Pangandaran, M. Taufik Martin, mengatakan rapat tersebut dilakukan sebagai langkah internal partai untuk menyamakan persepsi dan menentukan sikap terhadap isu yang berkembang di masyarakat.
“Rakor ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik partai. Kami ingin seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama serta menyiapkan langkah yang konstruktif untuk membantu masyarakat,” ujar Taufik usai Rakor.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bagi pengurus untuk bertukar informasi sekaligus merumuskan langkah ke depan, terutama dalam menghadapi isu yang berpotensi berdampak luas terhadap warga.
“Koordinasi internal ini penting agar sikap partai tetap terarah dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat,” katanya.
Terkait kabar yang menyeret nama anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Partai Golkar, Taufik menegaskan partai memilih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian sebelum mengambil langkah organisatoris.
“Kami tidak ingin Partai Golkar tercemar dengan hal-hal yang belum jelas. Lebih elegan jika kita menunggu kabar resmi dari kepolisian mengenai status hukumnya, apakah pidana atau perdata,” tegasnya.
Ia juga mengklarifikasi bahwa operasional unit usaha MBA merupakan ranah personal dan tidak berkaitan dengan instruksi maupun kebijakan partai.
“Sampai saat ini, kami melihat itu sebagai aktivitas pribadi, bukan kebijakan partai. Kami pun baru mengetahui adanya gejolak terkait persoalan ini menjelang rapat paripurna pada 5 Februari lalu,” imbuhnya.
DPD Partai Golkar Pangandaran, lanjutnya, masih terus memantau perkembangan kasus yang disebut-sebut melibatkan kader, sembari menunggu kepastian proses hukum dari aparat berwenang.
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan