Pangandaran, inakorid – Pembangunan infrastruktur jembatan di Kabupaten Pangandaran sepanjang dua periode kepemimpinan Bupati Jeje Wiradinata menjadi fondasi penting penguatan jalur lintas pantai selatan.
Proyek-proyek tersebut tidak hanya memperbaiki aksesibilitas wilayah pesisir, tetapi juga membentuk konektivitas strategis dari Pangandaran hingga Madasari yang selama ini menjadi tulang punggung pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Tokoh masyarakat Pangandaran, Iwan M Ridwan, menilai capaian pembangunan tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi kebijakan antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil. Menurutnya, tanpa dukungan provinsi, percepatan pembangunan infrastruktur berskala strategis sulit diwujudkan.
“Pembangunan enam jembatan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antarpemerintah mampu menjawab persoalan klasik keterisolasian wilayah pesisir. Dukungan Pak Ridwan Kamil saat menjabat Gubernur memiliki peran signifikan dan patut dicatat sebagai bagian dari sejarah pembangunan Pangandaran,” ujar Iwan, Selasa (6/1/2026).
Enam jembatan yang dimaksud yakni Jembatan Merah Pantai Timur Pangandaran, Jembatan Aston, Jembatan Wiradinata Ranggajipang, Jembatan Karang Tirta menuju Batuhiu, Jembatan Sodongkopo, serta penguatan Jembatan Madasari. Seluruh proyek tersebut diarahkan untuk membangun satu koridor lintas pantai selatan yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.
Iwan menjelaskan, keberadaan jembatan-jembatan tersebut mengubah pola mobilitas masyarakat pesisir. Waktu tempuh antarwilayah menjadi lebih singkat, distribusi hasil perikanan dan usaha mikro semakin efisien, serta konektivitas antar destinasi wisata pantai semakin terbuka.
“Dampaknya bukan sekadar infrastruktur berdiri, tetapi terjadi pergerakan ekonomi yang lebih hidup di wilayah pesisir. Akses yang baik membuat kawasan pantai tidak lagi terpisah-pisah, melainkan menjadi satu kesatuan ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi tersebut mencerminkan arah kebijakan pembangunan yang berpihak pada kebutuhan jangka panjang daerah. Menurutnya, penguatan konektivitas pesisir menjadi modal penting bagi Pangandaran dalam menjaga daya saing sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat.
“Infrastruktur yang kuat adalah investasi masa depan. Apa yang dibangun hari ini akan menentukan posisi Pangandaran dalam peta pariwisata dan ekonomi regional ke depan,” pungkas Iwan.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan