Bandung, inakor.id – Dinas  Kebudayaan dan Parawisata (Dis budpar) Kota Bandung menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Sejarah Tahun 2025. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 11–13 Juni 2025. Bertempat di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Bimtek ini di ikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Seperti akademisi, pelaku seni budaya, jurnalis, komunitas sejarah, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam penulisan sejarah lokal.

banner 336x280

Dalam sesi jumpa pers yang di gelar pada hari pertama kegiatan, Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan, Deputi Peningkatan Karakter dan Jatidiri Bangsa,  Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Dr. Ivan Syamsulrizal, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Disbudoar Kota Bandung.

“Penulisan sejarah lokal sangat penting sebagai upaya pelestarian memori kolektif masyarakat. Kegiatan seperti ini mampu memperkuat identitas dan jati diri bangsa. Kami mendukung penuh Bimtek ini agar melahirkan lebih banyak penulis sejarah yang kompeten dan peka terhadap konteks lokal,” ujar Dr. Ivan kepada awak media.

Kepala Dis budpar Kota Bandung, Drs, Arief Syaefudin SH., M.Par., dalam sambutannya menyampaikan. Bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menggali, menulis, dan mendokumentasikan sejarah lokal secara metodologis dan faktual.

“Kami ingin membekali peserta dengan keterampilan teknis penulisan sejarah. Mulai dari metode riset, teknik wawancara, hingga penyusunan narasi sejarah yang baik dan dapat di pertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selama tiga hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi dari narasumber berpengalaman di bidang sejarah, antropologi, serta penulisan kreatif. Selain itu, mereka juga akan melakukan praktik langsung, termasuk studi lapangan ke beberapa situs bersejarah di Kota Bandung.

Melalui kegiatan ini, Dis budpar Kota Bandung berharap dapat mendorong lebih banyak karya tulis sejarah yang lahir dari masyarakat sendiri. Serta memperkaya khasanah literatur sejarah lokal yang selama ini masih terbatas.***

Suryana.

 

banner 336x280