Pangandaran, inakor.id — Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran akan menggelar simulasi manajemen rekayasa penataan parkir berbasis lalu lintas di kawasan Pantai Barat pada 16–17 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan, kelancaran arus kendaraan, serta kenyamanan wisatawan di destinasi unggulan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, mengatakan simulasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan sterilisasi parkir di bahu jalan dan badan jalan kawasan Pantai Barat. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama saat waktu-waktu ramai kunjungan.

banner 336x280

“Simulasi ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan Pantai Barat, khususnya saat peak time. Kami menyiapkan sejumlah titik parkir dan skema penataan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di area pantai,” ujar Nana, Sabtu (14/2/2026).

Simulasi akan dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026, pukul 06.00–22.00 WIB, serta Selasa, 17 Februari 2026, pukul 06.00–14.00 WIB, dengan lokasi kegiatan di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Dalam skema penataan yang disiapkan, hotel yang memiliki kantong parkir memadai diminta menampung kendaraan tamu di area masing-masing. Sementara hotel yang tidak memiliki lahan parkir cukup diarahkan memanfaatkan lahan parkir di area eks Pasar Wisata.

Untuk wisatawan yang tidak menginap, kendaraan hanya diperbolehkan menurunkan penumpang di area pantai, kemudian diarahkan parkir di lahan eks Pasar Wisata. Sementara itu, bus wisata tidak diperkenankan memasuki ruas Jalan Pantai Barat saat waktu ramai dan akan diparkirkan di lokasi yang sama.

Dishub juga menyiapkan lima titik parkir khusus kendaraan roda dua milik wisatawan, yakni di depan Hotel Grand Palma Horison, parkir Nanjung Asri, parkir Nanjung Sari, lahan kosong samping Melia Beach Hotel, serta area Pangandaran Skatepark. Sementara parkir kendaraan roda dua milik pelaku usaha akan ditata berdasarkan kelompok masing-masing di 14 titik lokasi yang telah ditentukan.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Disparbud Kabupaten Pangandaran, Irna Kusmayanti mengatakan, sosialisasi simulasi penataan parkir ini melibatkan berbagai unsur petugas dan saluran informasi.

“Bahwa sosialisasi dilakukan melalui petugas dari SKPD pembina pada masing-masing sektor, petugas monitoring Disparbud, petugas zonasi jaga lembur, serta petugas zonasi dari Satpol PP,” jelasnya

Selain itu, sosialisasi juga melibatkan para influencer dan konten kreator di Pangandaran. Informasi juga akan disampaikan melalui pengeras suara dari Dishub yang diputar berulang-ulang oleh Balawista di sepanjang kawasan pantai.

“Kami berharap sosialisasi ini bisa tersampaikan dengan baik kepada pelaku usaha dan wisatawan, sehingga simulasi parkir dapat berjalan lancar,” ujar Irna.

Ia menambahkan, sosialisasi akan dimulai pada Minggu pagi, sementara simulasi penataan parkir dijadwalkan berlangsung pada Senin mulai subuh hingga pukul 22.00 WIB.

Melalui simulasi tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mengevaluasi sistem parkir di kawasan destinasi serta meningkatkan kenyamanan dan ketertiban bagi wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.**

 

(AW/ AG) 

banner 336x280