Pangandaran, inakor.id – Upaya intensif Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran dalam merehabilitasi Penerangan Jalan Umum (PJU) mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Kendati sebelumnya sempat muncul kritik di ruang digital terkait lambannya pengerjaan, kondisi terkini di lapangan justru menunjukkan adanya percepatan signifikan menjelang akhir tahun 2025.
Salah seorang pemuda Pangandaran, Hari Prahasta, menilai masyarakat perlu bersikap lebih objektif dan tidak serta-merta mempercayai opini yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi langsung.
“Penilaian terhadap kinerja pemerintah sebaiknya tidak hanya didasarkan pada narasi di media sosial. Fakta di lapangan menunjukkan adanya progres yang cukup signifikan,” ujar Hari, Sabtu (20/12).
Ia menuturkan, perubahan kondisi penerangan di sejumlah jalur protokol dan kawasan wisata kini terlihat jelas dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan pemantauan langsung, perbaikan PJU dinilai telah dilakukan secara masif.
“Kalau kita turun langsung ke lokasi, jalur-jalur wisata sekarang jauh lebih terang. Ini tentu berdampak pada rasa aman dan kenyamanan, baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal, terutama pada malam hari,” katanya.
Berdasarkan data operasional Dishub Kabupaten Pangandaran, progres rehabilitasi PJU mengalami peningkatan yang cukup tajam. Dalam rentang waktu 10 November hingga 20 Desember 2025, tercatat sebanyak 843 unit PJU berhasil diperbaiki dan kembali difungsikan.
Hari menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan penerangan jalan. Bahkan, untuk kawasan zona wisata, tingkat keberfungsian PJU telah mencapai 100 persen.
“Data Dishub menunjukkan sekitar 843 titik PJU sudah kembali menyala. Khusus di zona wisata, progresnya sudah 100 persen. Ini membuktikan bahwa pengerjaan dilakukan dengan serius dan terukur,” tegasnya.
Perbaikan PJU tersebut menyasar sejumlah titik strategis yang menjadi destinasi utama wisatawan, seperti Jalan Pantai Barat, Pantai Timur, Kawasan Pamugaran, hingga area parkir Batukaras yang kini telah terang sepenuhnya. Selain kawasan wisata, rehabilitasi juga menjangkau jalur arteri nasional mulai dari perbatasan wilayah hingga Kalipucang demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Dari sisi inovasi, Dishub juga menerapkan sistem pengamanan tambahan pada pemasangan lampu LED terbaru untuk menekan potensi pencurian baterai dan kabel yang selama ini kerap menyebabkan PJU padam.
Menanggapi kritik yang sempat dilontarkan berbagai pihak, Hari berpandangan bahwa fungsi pengawasan dari aktivis maupun masyarakat sipil tetap diperlukan sebagai penyeimbang jalannya pemerintahan. Namun, ia menekankan agar kritik tersebut disampaikan secara konstruktif dan berbasis data.
“Pengawasan itu penting, tapi harus berangkat dari fakta dan data. Jangan sampai kritik yang disampaikan justru mengabaikan progres nyata yang sudah dicapai,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga sikap objektif serta memberikan apresiasi terhadap kerja petugas lapangan.
“Petugas di lapangan terus bekerja demi kenyamanan publik. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, penerangan yang baik jelas sangat membantu keamanan dan kenyamanan wisatawan,” pungkas Hari.
Dengan rampungnya target penerangan di zona wisata, Pemerintah Kabupaten Pangandaran kini mengalihkan fokus pada pemeliharaan rutin agar kondisi “Pangandaran Caang” dapat terus terjaga selama musim libur panjang akhir tahun maupun ke depannya.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan