Pangandaran, inakor.id – Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi mengoperasikan layanan Shuttle Wisata yang akan berotasi di sepanjang jalur wisata utama. Program ini diluncurkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menata arus transportasi di kawasan Pantai Pangandaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, mengatakan bahwa layanan shuttle ini mulai beroperasi setiap hari dengan jam operasional pukul 06.00–17.00 WIB.
“Layanan shuttle ini kami hadirkan untuk memudahkan mobilitas wisatawan, terutama pada masa libur Lebaran ketika kunjungan meningkat tajam. Seluruh pengunjung dapat memanfaatkan shuttle ini secara gratis,” ujar Nana Sukarna melalui pesan Whatsapp, Sabtu (21/3/2026).
10 Halte Shuttle dan 2 cadangan disiapkan
Sebanyak 10 halte shuttle disiapkan di titik-titik strategis kawasan wisata, terdiri dari:
Di Sentral Parkir (Eks Pasar Wisata) – 4 Halte
Halte 1
Halte 2
Halte 3
Halte 4
Sepanjang Pantai – 6 Halte
Halte 5: Surya Pesona
Halte 6: Pondok Seni
Halte 7: Skywalk
Halte 8: Nanjung Sari
Halte 9: Horison Palma
Halte 10: Polairud
Menurut Nana, penempatan halte ini dirancang mengikuti pola pergerakan wisatawan agar memudahkan mereka berpindah dari satu titik wisata ke titik lainnya tanpa harus membawa kendaraan pribadi.
Lima Trayek, Dua Armada per Rute
Operasional shuttle wisata ini dijalankan melalui 5 rute trayek yang melayani pola antar-jemput penumpang sepanjang koridor wisata.
Setiap rute dilengkapi 2 armada shuttle, ditambah 2 armada cadangan, sehingga total tersedia 12 unit shuttle.
“Dengan adanya armada cadangan, operasional dapat tetap berjalan lancar apabila terjadi gangguan teknis di lapangan. Kami ingin memastikan layanan ini aman, nyaman, dan tepat waktu untuk seluruh wisatawan,” jelas Nana.
Penguatan Tata Kelola Transportasi Wisata
Nana Sukarna menegaskan bahwa penyediaan shuttle gratis ini merupakan bagian dari strategi Dishub dalam memperbaiki tata kelola transportasi di kawasan wisata.
“Kami berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih baik. Dengan sistem shuttle, kemacetan dapat ditekan, kawasan pantai lebih tertib, dan wisatawan bisa menikmati destinasi dengan lebih nyaman,” katanya.
Ia berharap layanan shuttle ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan wisatawan, serta menjadi langkah nyata menuju pengelolaan wisata Pangandaran yang lebih modern dan ramah pengunjung.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan