Pangandaran, inakor.id – Kabupaten Pangandaran kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat melalui pesona alam Citumang, sebuah kawasan wisata air yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi. Dikenal dengan aliran sungainya yang jernih berwarna kehijauan, Citumang menawarkan pengalaman berwisata alam yang memadukan unsur petualangan, ketenangan, dan keindahan panorama hutan jati.
Keunikan Citumang terlihat dari aliran sungai yang membelah hutan dan menembus masuk ke sebuah gua alami. Di dalamnya, wisatawan dapat melihat ornamen bebatuan dengan relief alam yang terbentuk secara alami selama ratusan tahun. Suasana sejuk dan kejernihan air menjadikan kawasan ini sebagai pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi menyatu dengan alam.
Tidak hanya berenang, Citumang juga dikenal sebagai lokasi populer untuk aktivitas body rafting. Para pengunjung diajak mengikuti arus sungai sambil menikmati pemandangan di sepanjang aliran yang masih terjaga keasriannya. Aktivitas ini menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi wisatawan pencari tantangan.
Supervisor kawasan wisata, Edi Riadi, menjelaskan bahwa Citumang tidak hanya menawarkan pengalaman petualangan air, tetapi juga menyediakan fasilitas lain yang dapat dinikmati seluruh kalangan usia.
“Selain berenang, di sini tersedia terapi ikan, area Green Valley, serta kolam renang anak. Green Valley juga menjadi spot favorit, terutama untuk wisatawan asing karena airnya tenang dan pemandangannya sangat alami,” ujar Edi saat ditemui inakor.id, Sabtu (22/11/2024).
Keindahan Citumang juga semakin lengkap berkat keberadaan berbagai satwa liar yang hidup alami di kawasan tersebut. Sejumlah jenis burung seperti ciung batu, titiran (perkutuk), hingga burung titip anak kerap terlihat di pepohonan sekitar sungai. Selain itu, keberadaan lutung dan kera juga menjadi penanda bahwa kawasan ini masih memiliki keanekaragaman hayati yang terjaga.
Edi menjelaskan bahwa lutung dan kera di Citumang memiliki perilaku yang berbeda dengan lutung dan kera di Cagar Alam Pangandaran. Mereka cenderung lebih liar dan jarang menampakkan diri.
“Kalau suasana sedang sepi pengunjung, biasanya mereka muncul pada sore hari. Tidak seperti lutung dan kera di Cagar Alam yang sudah terbiasa dengan wisatawan,” ungkapnya.
Meski Citumang menawarkan keindahan dan pengalaman seru, Edi menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama. Setiap wisatawan diwajibkan mengikuti instruksi dari pemandu, terutama saat melakukan aktivitas air seperti body rafting.
“Semua aturan harus dipatuhi demi keselamatan bersama. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Dengan keasrian alam, suguhan petualangan air, keberagaman satwa, serta suasana hutan jati yang menenangkan, Citumang menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi ketika berada di Pangandaran. Kawasan ini tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman eksplorasi yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap wisatawan.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan