Pangandaran, inakor.id – Kasus puluhan siswa sakit massal karena diduga keracunan makanan di SMA Negeri 1 Mangunjaya, Pangandaran, Jawa Barat menjadi atensi khusus bagi pihak sekolah.

Meskipun belum diketahui pasti penyebabnya karena menunggu hasil laboratorium, banyak orang yang menyoroti dan menduga bahwa kejadian itu berawal dari puluhan siswa yang memakan nasi boks pada waktu kegiatan Pramuka rangkaian MPLS di sekolahnya.

banner 336x280

Isi nasi boks yang dimakan puluhan siswa pada hari Kamis (18/07/2024) itu di antaranya, nasi, telur, ketimun, sambal dan mie yang dirasakan sejumlah siswa sudah berlendir.

Meski kini puluhan siswa yang dirawat diduga keracunan sudah banyak yang pulang ke rumahnya masing-masing dan dinyatakan membaik, kasus ini tetap menjadi catatan pejabat di Pangandaran.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, meminta pihak sekolah harus berhati-hati ketika memilih makanan.

“Jadi, kedepannya pihak sekolah harus berhati-hati. Kemungkinan, menurut saya kayaknya itu (keracunan) karena kondisi makanan terlalu lama,” katanya di Padaherang, Rabu (24/07/2024).

Jadi menurutnya, pihak sekolah kedepannya harus berhati-hati dalam memilih makanan dan jangan sampai hal ini terulang kembali.

“Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, karena ini merupakan sebuah musibah yang merugikan kita semua,” jelas Citra

Pertama mendengar puluhan siswa yang dirawat akibat diduga keracunan, dia mengaku kaget dan merasa sangat prihatin.

“Saya juga sampai menengok dua kali, karena saya melihat pasien anak-anak menjadi kayak yang sesek napas ingin mastikan keadaan. Ya, semoga semuanya cepat sembuh,” tandas Citra (Agit Warganet)

banner 336x280