Sumedang, inakor.id – Kebakaran rumah tangga masih menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat. Banyak kasus muncul akibat hal sepele seperti instalasi listrik yang berlebihan, kebocoran gas, atau puntung rokok yang belum padam. Sayangnya, masih banyak warga yang belum mengetahui langkah pencegahan maupun tindakan pertama saat api muncul.

Untuk menumbuhkan kesadaran dan keterampilan siaga bencana di kalangan perempuan, Sekolah Perempuan Permata Siaga mengadakan pertemuan kelima pada Sabtu (6/9) lalu di Masjid Al-Mukaromah RW 13, Dusun Mekarasih, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumedang.

banner 336x280

Dalam sesi bertema “Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran”, petugas Damkar memperkenalkan konsep segitiga api — bahan bakar, oksigen, dan panas — sebagai elemen utama yang memicu kebakaran. Peserta juga dibimbing memahami klasifikasi kebakaran serta metode pemadaman sesuai sumber api. Tak hanya teori, mereka turut mengikuti demonstrasi penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan simulasi pemadaman api menggunakan handuk basah untuk situasi darurat di dapur.

“Alhamdulillah, ibu-ibu cepat tanggap dan antusias. Semua berani mencoba praktik langsung. Harapannya, mereka jadi lebih siap jika menghadapi kebakaran di rumah,” ujar Arifin Rachmat Sugiantoro, S.IP, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Wilayah Sumedang Kota, Sabtu (11/10/2025).

Selain materi dari Damkar, tim Permata Siaga juga mengadakan sesi fasil time tentang penanganan luka bakar, salah satu cedera yang paling sering terjadi akibat kebakaran. Melalui praktik sederhana, peserta mempelajari cara memberikan pertolongan pertama dengan benar sebelum mendapatkan bantuan medis.

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika peserta menceritakan pengalaman pribadi, mulai dari kebocoran gas hingga peristiwa nyaris terbakar di dapur. Dari kisah itu, tim Damkar menekankan kesalahan umum masyarakat, seperti menuangkan air ke minyak terbakar, menyalakan kompor saat mencium bau gas, atau tidak rutin memeriksa regulator dan selang LPG.

Dari hasil pre–post test, terlihat peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap pencegahan dan penanganan kebakaran. Diharapkan, para perempuan Desa Hegarmanah dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, mengingat peran penting perempuan dalam menjaga keselamatan keluarga dan komunitas.

Program ini turut mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko kebencanaan.**

 

(Agit Warganet/ Red)

banner 336x280