Bakaheuni,Inakor.id – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa–Sumatera mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

 

banner 336x280

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat ratusan ribu pemudik telah kembali ke Pulau Jawa hingga H+3 Lebaran.

 

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, data sementara menunjukkan tren kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

 

Data arus mudik dari Jawa menuju Sumatera sejak H-10 sampai hari H, jumlah penumpang yang menyeberang tercatat sebanyak 898.864 orang, dengan total kendaraan mencapai 239.760 unit dari berbagai jenis,” ujar Heru dalam keterangannya kepada media, Rabu (25/3/2026).

 

Arus Balik H+3 Melonjak

Sementara itu, khusus untuk arus balik pada 25 Maret 2026 hingga pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa mencapai 55.417 orang. Angka ini meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu pada H+3.

Tidak hanya penumpang, lonjakan juga terjadi pada kendaraan yang menyeberang kembali ke Pulau Jawa.

 

“Total kendaraan yang sudah menyeberang ke Pulau Jawa hari ini mencapai 13.464 unit, naik 23,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelas Heru.

 

Jika dihitung secara kumulatif sejak H-10 hingga H+3, jumlah penumpang yang tercatat menyeberang mencapai 756.508 orang, meningkat 18,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah kendaraan mencapai 117.326 unit, naik sekitar 26 persen.

 

 

Masih Ada 54 Persen Pemudik Belum Kembali Meski arus balik mulai meningkat, ASDP memperkirakan gelombang besar pemudik yang kembali ke Pulau Jawa masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

 

 

Data sementara menunjukkan hingga H+3 pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang yang sudah kembali ke Pulau Jawa tercatat 327.646 orang, atau sekitar 46 persen dari total pemudik yang sebelumnya menyeberang ke Sumatera.

 

 

Artinya, masih ada sekitar 54 persen pemudik yang diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari mendatang.

 

 

Sementara untuk kendaraan, tercatat 89.389 unit telah kembali ke Pulau Jawa, atau sekitar 37 persen dari total kendaraan saat arus mudik.

 

 

“Masih ada sekitar 63 persen kendaraan yang belum kembali ke Pulau Jawa. Ini yang kami antisipasi dalam beberapa hari ke depan,” kata Heru. Puncak Arus Balik Diprediksi 28–29 Maret

ASDP memprediksi gelombang kedua arus balik akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.

 

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah strategi telah disiapkan.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah single ticketing, yakni sistem tiket terpadu yang memungkinkan kendaraan dialihkan ke dermaga mana pun yang tersedia.

 

 

“Kami akan membagi kendaraan ke seluruh dermaga agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Strategi single ticketing ini terbukti efektif seperti yang kami terapkan tahun lalu,” ujar Heru.

 

 

Selain itu, ASDP juga menyiapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) yang akan diberlakukan secara situasional jika terjadi kepadatan kendaraan di pelabuhan maupun di akses jalan tol menuju pelabuhan.

 

 

Kapal Siaga Hingga 33 Unit

Dalam kondisi normal, ASDP mengoperasikan 28 kapal untuk melayani penyeberangan lintasan Jawa–Sumatera. Namun saat terjadi puncak kepadatan, jumlah kapal akan ditambah.

 

 

“Ketika terjadi peak season, kami akan menambah lima kapal sehingga total menjadi 33 kapal yang siap beroperasi,” kata Heru.

ASDP juga terus memantau kondisi cuaca dengan berkoordinasi bersama BMKG untuk memastikan keselamatan pelayaran.

 

 

Posko Arus Balik Masih Beroperasi

Meski sejumlah posko dari stakeholder lain mulai ditutup, ASDP memastikan posko arus balik masih beroperasi hingga H+10 Lebaran.

 

 

Koordinasi tetap dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, kepolisian, serta otoritas pelabuhan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pemudik pada akhir pekan nanti.

 

 

“Jika terjadi kepadatan, tentu kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar arus balik

 

(Rohim)

banner 336x280