Aceh Tenggara, inakor.id — Akun Facebook palsu mencoba peras Ari Kusanto Kepala Desa Purwodadi, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. Karena tuntutan uang 5 juta tak dituruti, akhirnya akun Facebook palsu itu memfitnah sang Kades dengan isu mesum di media sosial.

Akun Facebook palsu itu menyebarkan postingan fitnah dengan menuduh sang kades ketahuan sedang melakukan mesum dengan tetangganya. Akun Facebook palsu itu menuliskan “Nama Ari kuskatul alias Ari PERKOSA WARGANYA atau TETANGGANYA sendiri di desa Purwodadi, adalah Kades Purwodadi memperkosa warganya bernama AISYAH alias isot, anak dari bapak BUDI/ANGGON.
Kejadian bermula pas istri sah kades yaitu NITA pergi berangkat kerja ke kantor BPN kutacane, lantas si kades langsung membawa aisyah alias isot kekamarnya dan berkengkenglah disitu, hari demi hari trus terjalin hubungan kelamin. Seperti kata pepatah sepandai tupai melompat jatuh juga, dipergoki lah si kades oleh istrinya atau ketangkap basah pas lagi hubungan kelamin, akhirnya terjadilah perang dunia, kekginilah saudakhe ku yg merusak bumi sepakat segenap kita ini !! Kades Ari
Purwodadi biadap!!.”

banner 336x280

Dengan viralnya postingan fitnah dengan tuduhan berbuat mesum tersebut, media inakor.id mengkonfirmasi Kepala Desa Purwodadi, Kecamatan Badar, Ari Kusanto mengatakan, itu berita gak benar, itu orang yang iri aja sama saya, kalau memang benar, cobak tanyakan kapan kejadiannya saya pemerkosa dan itu akun palsu, pertama nama akunnya Ayu Desky sudah lima kali ganti akun dan yang sekarang ini buatnya akun Nita Saleh Mustakim dan ditampilkannya profil poto istri saya, kata Ari Kusanto kepada media ini, Jum’at (31/1/2025).

Lebih lanjut Ari Kusanto menjaskan, ini buktinya kalau saya di fitnah dan akun palsu itu mencoba memeras uang saya. Tak lama setelah akun Facebook palsu bernama Ayu itu memfitnah saya, lalu salah seorang anggota saya menghubungi akun Facebook tersebut melalui pesan inbox, begini isi inboxnya kata Ari Kusanto sembari menunjukkan beberapa buah screenshot percakapan inbox tersebut:

Anggota saya: Untuk apa membuat postingan memfitnah seperti itu, apabila tau masyarakat se Aceh tenggara apa hasilnya buat kita, kan gak ada.

Ayu: Malu dia, kan tau orang semua aibnya

Anggota saya: Namun kedepannya kita sewaktu saat nanti pasti perlu sama dia, Ndak pun perlu namun kita udah enggan duduk satu warkop dgn dia, karna itu lambatlaun pasti ketahuan. Udah tu dak usah lagi.

Ayu: Gini da bg, udh ku blg sama warganya, aku mintak uang 5 juta aja uang suap, biar diam aku. Gak mau org tu ngasi.

Anggota saya: Iya mudaratnya dan
manpaatnya itulah yg harus kita pikir.

Ayu: Mana senang aku. Aku gak dapat. Maunya aku pun suapnya, pas kami demo pabrik tu. Aku gak di suap ku bongkarlah aibnya.

Ayu: Transpernya aku uang 5 juta aja diam aku trus, kalo perlu ku bagusi namanya lagi di pesbuk Ini ya bg, kalau blm ada uang suap tadi, bersumpah aku bg sampek bunyi terompet sangkakala pun tetap ku viralkan dia.

Ayu: Uang aja 5 juta selesai masalah.

Demikianlah cerita yang sebenar-benarnya, bahwa akun Facebook palsu itu mencoba memeras saya, karena tidak berhasil memeras saya, lalu dibuatlah berita hoax tentang diri saya, pungkas Ari Kusanto Kepala Desa Purwodadi mengakhiri penjelasannya. [Amri Sinulingga]

banner 336x280