Pangandaran, inakor.id – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pangandaran Menggugat menggelar aksi unjuk rasa. Di depan Kantor Bupati Pangandaran, Cintaratu, Parigi, Senin (2/6/2025).

Aksi ini di gelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Bupati Citra Pitriyami dan Wakil Bupati Ino Darsono. Yang di nilai belum menunjukkan capaian signifikan selama 100 hari masa kepemimpinan.

banner 336x280

Koordinator lapangan, Tian Kadarisman, menyatakan bahwa sejauh ini belum terlihat adanya realisasi nyata dari program-program yang di janjikan saat masa kampanye. Ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih membebani masyarakat.

“Masih banyak persoalan yang belum di selesaikan. Kami melihat ketimpangan dan ketidakadilan masih terjadi,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Tian, lambannya pelaksanaan visi dan misi kepala daerah justru membuat masyarakat semakin tertekan, alih-alih merasakan perubahan yang di janjikan.

“Kami datang untuk mengingatkan, masih banyak persoalan dan bentuk ketidakadilan yang dirasakan warga Pangandaran,” tegasnya.

Pantauan inakor.id di lokasi menunjukkan, aksi sempat memanas saat massa mencoba memasuki area kantor bupati, namun di halangi oleh aparat keamanan. Insiden saling dorong pun tak terelakkan, di susul pembakaran ban sebagai bentuk protes atas tertutupnya ruang dialog antara warga dan pemerintah daerah.

Merasa tidak memperoleh kejelasan, aliansi menyatakan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar dalam waktu dekat. Yakni dalam tujuh kali dua puluh empat jam ke depan.

Salah satu tuntutan utama adalah soal keterlambatan pembayaran gaji tenaga honorer yang hingga kini belum terealisasi.

“Tidak masuk akal jika honorer di minta bekerja maksimal tanpa kepastian gaji yang layak dan tepat waktu,” kata Tian.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan ia telah berupaya untuk menemui massa aksi.

“Saya sudah keluar masuk kantor untuk menanggapi permintaan massa, tapi tidak di beri kesempatan menjelaskan. Saya ingin menyampaikan penjelasan secara utuh,” ungkapnya.

Ia mengaku telah menerima perwakilan demonstran dan akan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi ke depan.

“Saya terbuka untuk berdiskusi dengan massa aksi pada kesempatan berikutnya, asalkan di lakukan secara tertib. Dan memberi ruang untuk saling mendengarkan,” tambahnya.

Terkait absennya Wakil Bupati Ino Darsono dalam aksi tersebut, Citra menyatakan tidak mendapatkan informasi lanjutan dari pihak ajudan.

“Sepertinya ada kegiatan lain. Ajudan pun belum memberi informasi,” tutupnya. (*)

Agit.

banner 336x280