Pangandaran, inakor.id – Dalam semangat menjaga kedamaian dan kenyamanan umat Kristiani dalam merayakan Natal, Polres Pangandaran melakukan sterilisasi di berbagai tempat ibadah sebagai langkah preventif atas perintah langsung dari Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, S.I.K., M.H.

Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, S.I.K., M.H. menegaskan, pentingnya pengamanan menyeluruh untuk memastikan perayaan Natal berlangsung tanpa gangguan.

banner 336x280

“Kami ingin umat Kristiani di Kabupaten Pangandaran dapat menjalankan ibadah Natal dengan tenang dan damai. Oleh karena itu, seluruh tim bergerak maksimal untuk memastikan setiap tempat ibadah dalam kondisi aman,” ujarnya

Kegiatan sterilisasi tersebut, dilakukan di beberapa lokasi utama, seperti Gereja Maranatha, Gereja Bethel, Gereja Pantekosta, GPDI Horeb, dan Aula Wisma Bintang Timur.

“Dalam pelaksanaan ini, Polres Pangandaran menggandeng tim Den Gegana Sat Brimob Polda Jabar yang dipimpin oleh Bripka Yoyok Purwadi. Proses ini melibatkan pemeriksaan mendalam pada seluruh area tempat ibadah menggunakan peralatan khusus untuk mendeteksi potensi ancaman,” ungkap AKBP Mujianto

Personel gabungan termasuk anggota polres Pangandaran mantan anggota satuan Brimob yang sudah ahli di bidang sterilisasi seperti IPDA Nurjaman, IPDA Dahlan, IPDA Anton, dan AIPTU Bambang Hermawan, juga turut mengawasi secara ketat seluruh jalannya sterilisasi.

Sementara itu, anggota Den Gegana Polda Jabar sebanyak 6 personil memastikan prosedur dilakukan dengan standar pengamanan tinggi.

Pemeriksaan meliputi akses masuk, tempat duduk, altar, hingga seluruh area sekitar lokasi ibadah. Selain sterilisasi fisik, Kapolres juga memberikan instruksi agar pengurus gereja selalu siaga dan melaporkan segala hal yang mencurigakan kepada petugas yang berjaga.

Ketua pengurus Gereja Maranatha menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Polres Pangandaran.

Pihaknya merasa sangat terbantu dengan langkah pengamanan yang dilakukan. Ini memberikan ketenangan bagi para umat, untuk merayakan Natal tanpa kekhawatiran.

Sebagai penutup, Kapolres Mujianto mengimbau, semua pihak untuk terus menjaga kerukunan dan mendukung suasana damai di Kabupaten Pangandaran.

“Mari jadikan Natal ini sebagai momentum mempererat persatuan dan solidaritas antarumat beragama. Damai Natal adalah milik kita bersama,” tandasnya

Langkah-langkah yang sudah diambil Polres Pangandaran diharapkan tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi yang baik antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan Pangandaran yang harmonis. (*)

banner 336x280