Pangandaran, inakor.id – Kemenangan Persib Bandung meraih gelar hattrick juara Super League 2025/2026 tidak hanya disambut meriah oleh para bobotoh, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi kreatif di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pangandaran.

Kepastian gelar juara diraih Persib Bandung usai bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada pekan terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026).

banner 336x280

Dalam pertandingan tersebut, Persib tampil dominan sejak awal laga. Thom Haye beberapa kali mengancam gawang Persijap melalui tembakan jarak jauh pada menit awal pertandingan. Peluang demi peluang juga tercipta lewat Gustavo Franca Barba, Adam Alis, hingga Jung, namun kokohnya lini pertahanan Persijap serta gemilangnya penampilan kiper Ardiansyah membuat skor tetap bertahan tanpa gol hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil imbang tersebut sudah cukup membawa Maung Bandung keluar sebagai kampiun Super League 2025/2026 dengan raihan 79 poin dari 34 pertandingan. Persib unggul head to head atas Borneo FC yang juga mengoleksi poin sama. Gelar ini sekaligus menjadi sejarah hattrick juara bagi Persib setelah mampu meraih tiga gelar liga secara beruntun dalam tiga musim terakhir.

Euforia kemenangan Persib pun dirasakan hingga ke daerah-daerah. Aktivitas nonton bareng (nobar) yang digelar di sejumlah titik oleh pelaku usaha lokal disebut mampu meningkatkan kunjungan masyarakat dan wisatawan selama rangkaian pertandingan berlangsung.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku merasakan kenaikan penjualan, mulai dari makanan dan minuman, merchandise, hingga layanan penginapan.

Salah satu pelaku UMKM di kawasan Pangandaran yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur karena dagangannya ramai diserbu pembeli sejak sore hingga malam hari saat pertandingan berlangsung.

“Alhamdulillah ramai sekali, banyak yang beli makanan dan minuman. Dari sebelum pertandingan dimulai sampai selesai suasana tetap penuh. Biasanya tidak seramai ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, euforia kemenangan Persib membawa berkah tersendiri bagi pedagang kecil. Selain warga lokal, banyak wisatawan dan bobotoh dari luar daerah yang ikut memadati lokasi nobar maupun pusat keramaian di Pangandaran.

“Kalau Persib main apalagi juara, suasananya berbeda. Banyak orang keluar, nongkrong, nobar, otomatis pedagang kecil ikut merasakan dampaknya. Mudah-mudahan kondisi seperti ini sering terjadi karena sangat membantu penjualan,” tambahnya.

Sementara itu, Galih salah satu Bobotoh Persib Pangandaran mengatakan, kemenangan Persib memberikan dampak nyata terhadap geliat usaha masyarakat kecil.

“Momentum kemenangan Persib ini sangat terasa dampaknya bagi pelaku UMKM. Banyak tempat usaha dipenuhi masyarakat yang ikut nobar, sehingga penjualan ikut meningkat. Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga merchandise dan sektor penginapan,” ujar Galih.

Menurutnya, sepak bola kembali menunjukkan perannya sebagai sarana pemersatu masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Kemenangan Persib bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kebanggaan daerah dan semangat kebangkitan ekonomi masyarakat. Sepak bola mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dan memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif lokal,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Persib Bandung atas capaian sejarah tersebut serta kepada seluruh bobotoh yang terus memberikan dukungan.

“Selamat kepada Persib Bandung atas sejarah hattrick juara liga. Selamat juga kepada seluruh bobotoh di mana pun berada. Biru tetap di hati, juara kembali datang menghampiri. Persib juara, Jawa Barat bangga,” pungkasnya.**

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280