Pangandaran, inakor.id – Pengelola objek wisata Citumang tengah memperkuat sistem keamanan dan keselamatan menjelang masa liburan akhir tahun. Supervisor Citumang Body Rafting, Edi Riadi, menyampaikan bahwa berbagai sarana penyelamatan, peralatan komunikasi, hingga pos pengamanan lintas instansi mulai dipersiapkan untuk memastikan keamanan para wisatawan.
Menurut Edi, salah satu sarana penting yang baru diterima adalah satu unit perahu karet penyelamatan hasil kerja sama dengan Basarnas. Perahu tersebut akan digunakan untuk mendukung penanganan keadaan darurat terutama di area aliran sungai yang menjadi jalur body rafting.
“Di sini sudah disediakan satu perahu karet untuk penyelamatan yang baru saja datang dari kerja sama dengan Basarnas. Keberadaan perahu ini, lanjutnya, menjadi elemen penting untuk mempercepat respons saat terjadi insiden atau kondisi berisiko,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Selain itu, pengelola juga telah memasang alat komunikasi di beberapa titik strategis guna memberikan imbauan dan peringatan kepada pengunjung. Hal ini dianggap krusial mengingat karakteristik Citumang yang memiliki beberapa titik rawan pada jalur sungai.
“Alat komunikasi sudah tersedia untuk pengumuman-pengumuman, seperti kepada pengunjung agar lebih berhati-hati. Di tiap-tiap titik rawan kita pasang,” jelasnya.
Edi menyebutkan bahwa tingkat kesiapan keseluruhan saat ini berada pada kisaran 60 persen. Meskipun belum maksimal, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar seluruh fasilitas bisa berfungsi optimal sebelum memasuki puncak kunjungan wisatawan.
“Kesiapan sekarang baru sekitar 60 persen, Pak. Enam puluh persenan. Tapi kita terus melengkapi peralatan dan mematangkan koordinasi,” katanya.
Dalam waktu dekat, akan ada pos pengamanan khusus yang melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, serta Satpol PP. Pos ini akan difungsikan sebagai pusat pemantauan sekaligus titik respon cepat jika terjadi keadaan darurat.
“Untuk kesiagaannya di depan nanti kita sudah sediakan pos pengamanan dari TNI, Polri, Basarnas, dan Pol PP,” ungkap Edi.
Meski hingga saat ini belum ada informasi mengenai potensi lonjakan pengunjung, pihak pengelola memilih tetap meningkatkan level kesiapsiagaan. Menurut Edi, antisipasi lebih dini sangat diperlukan untuk menjaga kenyamanan wisatawan, terutama pada periode kunjungan keluarga yang biasanya cukup padat.
“Belum ada info terkait pengunjung, cuma kita harus lebih kesiapan saja, Pak,” ujarnya.
Ia berharap seluruh upaya peningkatan keselamatan tersebut dapat menciptakan pengalaman wisata yang jauh lebih baik bagi para wisatawan.
“Harapannya pengunjung di sini lebih merasa nyaman, aman, dan lebih bersenang-senang,” tutupnya.
Dengan berbagai persiapan ini, Citumang menegaskan komitmennya menjaga standar keselamatan sambil tetap menghadirkan pengalaman wisata alam dan petualangan yang menyenangkan bagi pengunjung.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan