Pangandaran, inakor.id – Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia olahraga bela diri jujitsu. Atlet muda berbakat asal Pangandaran, Abyan Abdulaziz Arrasyiq (16), kembali menorehkan catatan gemilang setelah sukses meraih dua medali emas pada ajang Kejurnas Madiun Jujitsu Open 2025 Vol. 3. Siswa kelas 10 SMA Negeri 11 Kota Bandung yang juga merupakan alumni SMP Negeri 1 Pangandaran ini semakin menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu atlet potensial jujitsu di tingkat nasional.

Keberhasilan ini semakin istimewa karena dua medali emas tersebut merupakan medali ke-5 dan ke-6 yang diraih Abyan hanya dalam waktu tiga bulan sejak memasuki jenjang kelas 10. Konsistensi prestasi ini menjadi bukti dedikasi dan kedisiplinan Abyan dalam menjalani latihan intensif di Dojo Pusat KJI Indonesia, Kopo Kota Bandung, tempat ia berlatih saat ini.

banner 336x280

Ayahnya yang juga Dewan Penasehat PBJI Kabupaten Pangandaran, Agus Teguh Suryaman, SH, MM, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian putranya.

“Alhamdulillah, saya bangga dengan prestasi Abyan di Kejurnas Madiun Jujitsu Open yang sekaligus menggondol dua medali emas untuk kelas Newaza System dan Fighting System. Ini adalah medali emas ke-5 dan ke-6 selama ia duduk di kelas 10 SMA yang baru berjalan tiga bulan. Kerja kerasnya benar-benar membuahkan hasil. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Abyan sendiri merasa bersyukur atas prestasi yang diraihnya. Ia menyebut bahwa capaian ini tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama peran sang ayah sebagai mentality coach, serta bimbingan para sensei yang terus mengasah kemampuan teknik dan fisiknya.

“Saya bersyukur bisa meraih prestasi ini. Terima kasih kepada orang tua dan pelatih yang selalu mendukung saya. Semoga ke depan bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” kata Abyan.

Dengan performa yang terus meningkat, Abyan dipandang sebagai salah satu atlet jujitsu muda yang memiliki prospek cerah bagi masa depan olahraga bela diri Indonesia. Konsistensi dan kerja kerasnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan mengejar prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi yang diraih Abyan di Kejurnas Madiun Jujitsu Open 2025 menegaskan bahwa regenerasi atlet jujitsu Indonesia berjalan dengan baik. Dukungan keluarga, lingkungan sekolah, serta pembinaan yang tepat menjadi fondasi penting dalam melahirkan atlet-atlet unggul yang mampu membawa nama daerah dan bangsa ke kancah yang lebih tinggi.**

 

(Agit Warganet/ Agus Giantoro)

banner 336x280