Pangandaran, inakor.id – Objek wisata Citumang yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran diikenal dengan pesona sungai jernih dan keindahan alam hutan tropisnya, Citumang tetap menjadi destinasi favorit bagi pencinta wisata alam dan petualangan, khususnya untuk kegiatan body rafting.

Berdasarkan data dari pengelola tamu di kawasan tersebut, pada bulan September tercatat sekitar 3.000 pengunjung datang menikmati keindahan Citumang. Namun, memasuki bulan Oktober, jumlahnya menurun signifikan menjadi sekitar 1.500 pengunjung, dan pada awal November ini baru mencapai sekitar 600 pengunjung per minggu.

banner 336x280

Supervisor Citumang, Edi Riadi, menjelaskan bahwa penurunan ini salah satunya disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu. Hujan deras yang mengguyur kawasan Citumang beberapa waktu terakhir membuat debit air meningkat.

“Di sini ada alat pengukur debit air. Kalau hijau artinya aman, kuning harus hati-hati, dan merah sudah tidak boleh dipakai. Kalau sudah merah, wahana harus tutup. Itu standar keamanan yang selalu kami jaga,” ujar Edi kepada inakor.id, Sabtu (1/11/2025).

Ia menambahkan, meski saat ini pengunjung menurun, akhir pekan masih menjadi waktu favorit wisatawan, terutama hari Sabtu. “Kalau akhir pekan memang masih ramai pengunjung,” ucapnya.

Dari sisi pendapatan, target harian ditetapkan sebesar Rp5 juta, dengan proyeksi Rp150 juta per bulan dan Rp1,55 miliar per tahun. Namun, dengan rata-rata kunjungan sekitar 100 orang per akhir pekan, target tersebut belum sepenuhnya tercapai.

“Mudah-mudahan menjelang akhir tahun ada peningkatan. Kami optimistis bisa mengejar target,” kata Edi penuh harap.

Citumang dikenal sebagai destinasi yang menawarkan sensasi body rafting menantang, loncatan setinggi tujuh meter, hingga ayunan “tarzan” di atas air yang memacu adrenalin. Namun, bagi wisatawan yang ingin bersantai, tersedia juga kolam anak-anak dan terapi ikan yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Selain berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, pengelola juga terus berupaya menambah fasilitas penunjang kenyamanan, salah satunya rencana pembangunan mushola agar wisatawan dapat beribadah dengan lebih tenang.

“Ke depan kami ingin fasilitas terus bertambah, pengunjung semakin puas, dan cuaca semoga selalu mendukung,” tambahnya.

Meskipun mengalami penurunan jumlah wisatawan, pihak pengelola tetap optimistis bahwa menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Citumang akan kembali ramai dikunjungi. Upaya promosi melalui media sosial serta kerja sama dengan berbagai pelaku wisata terus dilakukan untuk menarik minat wisatawan.

Dengan keindahan alam yang masih terjaga, suasana sejuk khas hutan tropis, dan akses yang semakin baik, Citumang tetap menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan di Kabupaten Pangandaran. Pengelola berharap tren kunjungan akan kembali meningkat seiring membaiknya cuaca dan meningkatnya minat masyarakat untuk berlibur di destinasi wisata alam terbuka.**

 

(Agit Warganet)

banner 336x280