Pangandaran, inakor.id – Hanya sehari setelah memberi peringatan agar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi total, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pangandaran kini harus menyaksikan sendiri kekhawatiran itu benar-benar terjadi.
Pada Rabu (1/10/2025), delapan siswa Madrasah Ibtidiyah (MI) Attarbiyah di Kecamatan Cigugur dilarikan ke Puskesmas usai diduga mengalami keracunan makanan yang berasal dari program MBG.
Sekretaris DPD KNPI Pangandaran, Tian Kadarisaman, menyatakan rasa kecewa dan geram atas insiden tersebut. Menurutnya, ini adalah alarm keras bahwa kualitas makanan dalam program MBG di Pangandaran benar-benar bermasalah.
“Baru kemarin kami mengingatkan agar jangan sampai program makan gratis justru membahayakan anak-anak. Hari ini, kekhawatiran itu terbukti dengan adanya korban diduga keracunan di sekolah kita sendiri,” ujar Tian via pesan Whatsapp.
Tian mengungkapkan, sebelum kasus ini muncul, KNPI sudah menerima laporan dari masyarakat mengenai menu MBG yang dianggap tidak layak konsumsi. Meski saat itu belum menimbulkan keracunan, hal itu seharusnya cukup menjadi sinyal untuk segera dilakukan pembenahan.
Melihat kondisi ini, KNPI Pangandaran menuntut langkah tegas pemerintah daerah, di antaranya:
1. Investigasi Independen dan Transparan dengan mengusut seluruh rantai distribusi makanan, mulai dari bahan baku hingga dapur penyedia. Tidak boleh ada intervensi politik, dan jika terbukti lalai, harus ada proses hukum.
2. Pertanggungjawaban Penuh, baik penyedia makanan maupun pihak dinas yang lalai mengawasi harus dimintai pertanggungjawaban pidana maupun administratif.
3. Audit Ketat Sebelum Program Lanjut, Program MBG hanya bisa berjalan kembali setelah melalui audit higienitas dan keamanan pangan yang dilakukan pihak independen.
Selain itu, KNPI juga mendorong pengawasan multisektor permanen yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, organisasi pemuda, perwakilan orang tua, hingga aparat kepolisian dan TNI. Langkah ini dinilai penting agar ada kekuatan hukum dalam pengawasan dan pemberian sanksi.
“Anak-anak kita harus mendapat makanan sehat, bukan justru makanan yang mengantar mereka ke Puskesmas. KNPI akan terus mengawal kasus ini sampai ada jaminan nyata bahwa program ini benar-benar aman,” tegas Tian**
(Agit Warganet)



Tinggalkan Balasan