Pangandaran, inakor.id – Gelombang kasus keracunan massal yang menimpa ribuan pelajar penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, seperti Bandung Barat, Ciamis, dan Banjar, menimbulkan kekhawatiran serius di Kabupaten Pangandaran.

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pangandaran menilai MBG adalah program strategis yang mampu mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, insiden di daerah lain menjadi peringatan keras agar pelaksanaannya di Pangandaran benar-benar diawasi dengan ketat.

banner 336x280

Sekretaris DPD KNPI Pangandaran, Tian Kadarisman, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum muncul kasus serupa.

“Ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi menyangkut keselamatan anak-anak kita. Jangan sampai program mulia ini berubah menjadi bencana,” ujarnya.

Tian membeberkan tiga aspek vital yang wajib diperbaiki dalam pelaksanaan MBG di Pangandaran:

Standar Higiene & Sertifikasi Dapur
Dinas Kesehatan diminta turun langsung melakukan pemeriksaan berkala dan uji kelayakan dapur. Semua penjamah makanan perlu mendapat pelatihan ulang terkait keamanan pangan.

Kontrol Distribusi Makanan
Waktu penyajian harus diatur ketat agar makanan tidak terlalu lama disimpan. Menurut Tian, kasus keracunan kerap dipicu oleh makanan basi akibat distribusi yang tidak sesuai standar.

Transparansi Bahan Baku
Orang tua dan komite sekolah berhak mengetahui sumber bahan pangan yang dipakai. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Selain itu, KNPI juga menegaskan perlunya pengawasan kolektif. Jika terjadi insiden keracunan di Pangandaran, Tian menuntut investigasi transparan tanpa intervensi, serta pertanggungjawaban penuh dari pihak yang terlibat.

Ia pun menekankan peran kepala sekolah, komite, hingga orang tua sebagai pengawas utama di lapangan. “Pengawasan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kewajiban bersama,” katanya.

KNPI menginstruksikan seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) di Pangandaran untuk ikut mengawal program ini. “Tujuannya mulia, tapi pelaksanaan harus disiplin. Jangan sampai niat baik justru berubah jadi ancaman bagi nyawa anak-anak,” tutup Tian.

 

(Agit Warganet)

banner 336x280