KOTA DEPOK, inakor.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih. Di seluruh desa dan kelurahan di wilayah Jawa Barat.
Hingga kini, dari total 5.957 desa dan kelurahan di Jabar, sebanyak 5.895. Di antaranya telah melaksanakan Musyawarah Desa atau Kelurahan Khusus (Musdes/Muskel) sebagai langkah awal pembentukan koperasi tersebut.
Masih terdapat 63 kelurahan yang belum membentuk Koperasi Merah Putih, seluruhnya berada di Kota Depok. Menyikapi hal itu, Sekda Herman bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong agar dalam dua hari ke depan. Seluruh kelurahan tersebut segera menyelesaikan musyawarah khusus.
“Insya Allah, pada Kamis lusa, seluruh desa dan kelurahan di Jabar akan tuntas melaksanakan Musdes maupun Muskel. Kami menargetkan seluruhnya sudah berbadan hukum pada bulan ini,” ujar Herman saat kunjungan kerja di Kota Depok. Selasa (10/6/2025).
Herman juga mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong menyukseskan program Koperasi Merah Putih. “Kita harus bahu-membahu, Jawa Barat harus jadi pelopor,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih di masing-masing wilayah nantinya akan bergerak di berbagai sektor usaha yang sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah. Seperti apotek, klinik, pengadaan sembako, simpan pinjam, pergudangan, dan lainnya.
Ia berharap keberadaan koperasi ini dapat mendorong kemajuan ekonomi desa dan meningkatkan daya saing masyarakat perdesaan. “Pada akhirnya, tujuan utama kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Herman.
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menyatakan. Bahwa program pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional yang di gagas Presiden RI Prabowo Subianto.
“Presiden ingin perputaran uang tidak hanya terpusat di Jakarta. Karena itu, beliau menetapkan timeline yang jelas,” ujar Bima.
Ia menjelaskan, musyawarah desa atau kelurahan di targetkan selesai pada Mei 2025. Di lanjutkan penyelesaian kelembagaan pada Juni, dan rencananya di luncurkan secara serentak pada 12 Juli mendatang. “Setelah itu akan di bentuk ekosistemnya agar koperasi ini benar-benar berjalan,” tambahnya.
(Suryana)



Tinggalkan Balasan