Cilegon – Inakor.id – Seruan aksi damai dan Ribuan Guru Masyarakat Bersatu Menuntut Pemkot Cilegon Bayarkan Hak Guru Di Depan Pemkot Cilegon Rabu (22/01/2025)
Demokrasi tersebut menyuarakan aspirasi Para tenaga guru Honorer mengingat janji Walikota Cilegon saat kampanye untuk mensejahterakan guru honorer dan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, para guru menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain 1. Pembayaran Gaji: Segera berikan hak gaji yang belum dibayarkan kepada guru honorer dan kader posyandu.
2. Wali kota diharapkan tidak meninggalkan tanggung jawab di akhir periode dan menuntaskan 10 janji kampanye sebelumnya
3. Kesejahteraan Masyarakat: Berikan hak kesejahteraan bagi masyarakat.
4. Tindak KKN:Tindak tegas oknum yang terlibat dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5. Transparansi Publik:Tegakkan UU KIP No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
6. Penegakan Hukum: Tegakkan UU No. 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bebas dari KKN.
Mahasiswa yang turut serta dalam aksi tersebut merasa kecewa karena WaliKota tidak hadir untuk menemui mereka
Dan para guru honorer. Mereka mempertanyakan alasan di balik ketidakhadiran Wali Kota dan mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap sikap yang dianggap menghindar.
H.Rahmatah Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Kota Cilegon ,”
mengatakan bahwa WaliKota Cilegon tidak dapat bertemu karena ada agenda di Jakarta,”katanya
Lebih lanjut Kesra) Sekda Kota Cilegon menegaskan bahwa Pemkot Cilegon tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran honor guru honorer yang belum terbayarkan, dengan harapan akan ada regulasi yang mendukung hal tersebut,”ungkap
Aksi ini menunjukkan tekad para guru honorer dan masyarakat untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka demi kesejahteraan dan keadilan.
Aksi Demonstrasi berlangsung dengan damai, dan para peserta berharap agar tuntutan mereka dapat segera direalisasikan demi untuk keberlangsungan hidup mereka,”tutupnya
(Rohim)



Tinggalkan Balasan