Kota Bandung, inakor.id – Seni tradisional Jaipong kembali mendapat panggung kehormatan lewat gelaran Kejuaraan Seni Jaipong 2025 yang di helat oleh Yayasan Seni Budaya Sunda Dera Kinarya. Acara berlangsung semarak di Gedung Seni Budaya Mayang Sunda, Jalan Peta, Kota Bandung, pada Sabtu, 3 Agustus 2025. Dengan melibatkan 540 peserta dari berbagai kategori usia.

Kejuaraan yang terbagi dalam dua sesi. Indoor dan outdoor ini di ikuti peserta dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat, serta perwakilan dari DKI Jakarta. Gelaran ini bukan hanya menjadi ajang unjuk keterampilan seni, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya tradisional Sunda.

banner 336x280

Dalam jumpa pers yang digelar di sela-sela kegiatan, Ketua Pelaksana Dede Wahyudin, yang akrab di sapa Kang Deway, menegaskan. Bahwa kejuaraan ini adalah wujud nyata dari semangat menjaga warisan budaya.

“Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi dan pengembangan keterampilan seni Jaipong bagi generasi muda. Jaipong adalah warisan leluhur kita yang tidak boleh pudar oleh zaman. Justru harus terus di tanamkan dan di kembangkan,” ujar Kang Deway.

Lebih lanjut, Kang Deway menyebut bahwa kejuaraan ini di rancang menjadi agenda tahunan dan di harapkan mampu mencetak regenerasi seniman Jaipong. Yang tidak hanya piawai secara teknik, tapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang bisa menjangkau lebih banyak daerah. Dukungan dari masyarakat, pemerintah, serta para budayawan sangat kami harapkan agar Jaipong terus hidup dan berkembang di hati masyarakat,” katanya.

Kejuaraan ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta berbagai tokoh dan budayawan Sunda. Hal ini menjadi bukti bahwa seni Jaipong masih memiliki ruang penting dalam pembangunan kebudayaan daerah.

Kang Deway juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mendukung pelestarian seni budaya daerah. Tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan pelestarian.

“Mari kita jaga dan lestarikan Jaipong sebagai identitas budaya yang membanggakan. Melalui kegiatan seperti ini, kita membuktikan bahwa seni tradisional bisa tetap eksis dan di gemari, bahkan oleh generasi muda sekalipun,” pungkasnya.

Kejuaraan Seni Jaipong 2025 ini menampilkan berbagai kategori penampilan, mulai dari solo, duet, hingga kelompok. Selain kompetisi, acara juga di meriahkan dengan workshop singkat, menjadikannya sebagai pesta budaya yang menghibur sekaligus edukatif.***

Suryana.

banner 336x280