CIMAHI, Inakor.id –- Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudhistira mengunjungi korban angin puting beliung yang menyasar sebagian kota cimahi bagian tengah di RW 20 kp. Kebon Manggu Kelurahan Padasuka pada hari ini sabtu (07-03-2026)

Walaupun diguyur hujan, wakil walikota cimahi menelusuri tiap tiap gang di Kelurahan Padasuka yang pada jumat (06-03-2026) menjadi korban terdampak bencana angin puting beliung, Adithia selalu komitmen untuk tetap memprioritaskan kepentingan warga kota cimahi yang paling utama disaat saat seperti ini.

banner 336x280

Suasana sore di Kota Cimahi yang semula tenang berubah menjadi mencekam saat fenomena angin puting beliung menerjang sejumlah titik pada Jumat sekitar pukul 15.35 WIB. Meski tidak ada laporan korban jiwa, terjangan angin kencang ini meninggalkan jejak kerusakan material yang cukup signifikan.

Kronologi Kejadian

Hembusan angin kencang datang secara tiba-tiba dan menyapu pemukiman warga serta area publik. Salah satu dampak terparah terpantau di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, di mana sejumlah pohon besar tumbang hingga menutup akses utama badan jalan. Hal ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan memicu kemacetan panjang di kawasan tersebut.

​Kepanikan luar biasa juga terjadi di wilayah Cisangkan, Kelurahan Padasuka dan wilayah Margajaya Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah. Saksi mata melaporkan warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat melihat atap bangunan beterbangan dihempas angin.

Dampak Kerusakan

Berdasarkan data awal di lapangan yang terpantau oleh media kemaren, wilayah RT 04 / RW 08 Margajaya dan RW 20 Kebon Manggu menjadi salah satu titik terdampak paling serius. Sedikitnya 11 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan pada bagian atap hingga kerusakan berat akibat tertimpa puing.

​Beberapa warga yang rumahnya terdampak antara lain adalah keluarga Ibu Tuti Suhaeni, Bapak Agus Taryat, Bapak Buang Soerachman, hingga Bapak R.M. Soemitro. Selain hunian, sejumlah kios dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Atas juga dilaporkan porak-poranda.

Langkah Penanganan

Hingga berita ini diturunkan, warga bersama aparat setempat telah bahu-membahu melakukan kerja bakti secara swadaya. Fokus utama saat ini adalah membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi jalan agar mobilitas warga dapat kembali normal.

​”Kejadiannya sangat cepat, warga panik karena atap-atap seng beterbangan. Beruntung semua selamat, meski kerugian bangunan cukup besar,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

​Pihak terkait masih terus melakukan pendataan lengkap mengenai total kerugian material. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Mar-q)

 

banner 336x280