Pangandaran, inakor.id – Anggota DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, melakukan kunjungan kerja ke KUD Minasari, Kabupaten Pangandaran, untuk meninjau langsung operasional koperasi nelayan yang dinilai berperan strategis dalam menjaga stabilitas harga ikan dan kesejahteraan anggotanya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kedewanan sesuai komisi yang membidangi sektor terkait di DPR RI. Dalam agenda tersebut, Ida berdialog dengan pengurus koperasi serta meninjau proses pengelolaan hasil tangkapan nelayan.
Dalam keterangannya, Ida menegaskan bahwa KUD Minasari tumbuh dari kekuatan komunitas nelayan sendiri melalui simpanan wajib dan partisipasi aktif para anggota. Model koperasi seperti ini, kata dia, mencerminkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
“KUD ini berdiri dari simpanan wajib dan kontribusi para anggota. Artinya, ini murni kekuatan komunitas. Pemerintah tentu harus hadir untuk mendukung, karena koperasi seperti ini memiliki tanggung jawab besar terhadap nelayan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Ia juga menyoroti peran koperasi dalam membantu menetapkan standar harga ikan di tingkat nelayan. Menurutnya, tanpa kehadiran koperasi, nelayan berpotensi menghadapi ketidakpastian harga akibat fluktuasi pasar.
“Kalau tidak ada KUD Minasari yang menetapkan standar harga, nelayan bisa kesulitan menentukan harga jual. Koperasi ini menjadi penopang utama,” katanya.
Selain menjaga stabilitas harga, KUD Minasari disebut memiliki sistem pengelolaan hasil tangkapan yang terstruktur, termasuk dalam mengantisipasi kelebihan produksi agar distribusi tetap berjalan dan tidak merugikan nelayan maupun konsumen.
Ida juga mendorong optimalisasi fasilitas yang dimiliki koperasi untuk memperluas peluang kerja dan mengurangi pengangguran di sektor perikanan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat guna memperkuat daya saing sektor kelautan.
Menurutnya, produk perikanan dari Pangandaran memiliki keunggulan dari sisi kesegaran dan kualitas, sehingga berpotensi memperluas pasar, baik domestik maupun ekspor.
“Kualitas produknya segar dan terjaga. Ini menjadi nilai tambah dan membuat pembeli yakin. Produk dari sini punya ciri khas tersendiri,” tuturnya.
Melalui kunjungan tersebut, Ida berharap KUD Minasari dapat terus berkembang sebagai koperasi berbasis komunitas yang menjadi contoh pengelolaan ekonomi nelayan, sekaligus memperkuat posisi tawar nelayan di tengah dinamika pasar perikanan.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan